ditulis 09 Jul 2020, oleh: admin

Rapat Koordinasi Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana Karhutla Provinsi Riau


Pagi ini, Kamis 9 Juli 2020, telah diadakan acara Rapat Koordinasi Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana Karhutla Provinsi Riau. Acara ini terselenggara berkat kerjasama antara Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dengan Pemprov Riau. Rapat dihadiri perwakilan dari berbagai instansi antara lain : Korem 031 Wira Bima, Polda Riau, Lanud Roesmin Nurjadin, BPBD Riau, P3E Sumatera, BBKSDA Riau, Manggala Agni, dan UPTD lingkup Provinsi Riau.

Narasumber yang hadir pada Sesi 1 : Iwan Eka : Asdep Tanggap Cepat Bencana Kemenko PMK, Edwar Sanger : Kepala BPBD Riau, Marzuki : Kepala Stasiun Meteorologi Pekanbaru, Jon Arifian : Kepala Bidang Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT. Narasumber Sesi 2 : Kol. Inf. Junaedi : Kasrem 031 Wirabima, Kombes Pol. Andri Sudarmadi : Ditreskrimsus Polda Riau dan Makmun Murod : Kepala Dinas LHK Provinsi Riau.

Kepala P3E Sumatera, Drs. Amral Fery, M.Si. menekankan selain pemantauan hotspot dan penanggulangan Karhutla, penting juga untuk pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di lokasi yang terkena dampak karhutla. Walaupun KLHK sudah mengadakan beberapa fasilitas pemantauan ISPU di beberapa kab/kota, tapi masih terbatas. Karena itu, kami berharap Kemenko PMK dapat memfasilitasi pengadaan peralatan pemantauan ISPU di Kab/Kota rawan karhutla di Riau yang sebagian besar belum memilikinya.

Amral Fery melanjutkan , "Untuk solusi permanen penanggulangan karhutla, perlu dilakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) secara kontinyu di provinsi rawan karhutla khususnya Riau pada akhir musim hujan sehingga tidak kehilangan awan CB ketika musim kemarau dan lahan gambut tetap basah", tegasnya.

Selain itu, perlu dilakukan optimalisasi peran KPH melalui pembangunan resort-resort pengelolaan hutan di tingkat tapak yang dibekali SDM, anggaran dan peralatan untuk pencegahan dan penanggulangan karhutla langsung di lapangan.