ditulis 16 Nov 2020, oleh: admin

Finalisasi Penyusunan Dokumen RPSDALH Perkotaan Sektor Transportasi Berbasis DDDT LH


Senin, 16 November 2020 bertempat di Kantor P3E Sumatera, diselenggarakan Pertemuan Finalisasi Penyusunan Dokumen RPSDALH Perkotaan Sektor Transportasi Berbasis Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup di Ekoregion Sumatera dengan Studi Kasus Kota Pekanbaru. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari beberapa pertemuan sebelumnya sebagai langkah akhir sebelum dilakukannya ekspose dokumen kepada Pemerintah Kota Pekanbaru.

Peserta berasal dari instansi terkait lingkup Kota Pekanbaru yaitu Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Badan Perencanaan Pembagunan Daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Penelitian dan Pengembangan serta Smart City Kota Pekanbaru.

Pertemuan dipandu oleh Laura Paulina BMA, S.Si., M.Sc (Kepala Bidang Perencanaan Pengelolaan SDALH, P3E Sumatera) diawali dengan kata sambutan dan arahan dari Drs. Amral Fery, M.Si (Kepala P3E Sumatera). Dalam kata sambutannya
@amralfery62 menyampaikan bahwa dokumen rencana ini berbasis Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup. Ketentuan mengenai Daya Dukung dan Daya Tampung diatur dalam UU 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) : Pasal 12, 16 dan 17. Pada pasal 12 ayat (2) menyatakan bahwa jika RPPLH belum tersusun, maka pemanfaatan sumber daya alam dilaksanakan berdasarkan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup dengan memperhatikan keberlanjutan proses dan fungsi lingkungan hidup; keberlanjutan produktivitas lingkungan hidup; dan keselamatan, mutu hidup, dan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai narasumber adalah Tim pakar yang berasal dari Universitas Islam Riau yaitu Ir. Mardianto, M.T, Muchammad Zaenal Muttaqin, S.T., M.Sc dan Yogafri Zaini, S.T., M.URP dan Ibrahim Aji Pardede, S.Hut dari P3E Sumatera. Hadir sebagai pembahas adalah Firmansyah Eka Putra (Ketua Smart City Kota Pekanbaru yang juga Kepala Dinas Kominfo Kota Pekanbaru), Sunarko (Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru), Edwin Perwira (Dinas PUPR Kota Pekanbaru) dan Ernes S Umar (Bappeda Kota Pekanbaru).

 

 

Metode yang digunakan dalam penyusunan dokumen Rencana pengelolaan SDALH Perkotaan Sektor Transportasi Kota Pekanbaru ini adalah 1). Supply and Demand Kemacetan lalu lintas di jalan secara umum disebabkan karena adanya ketidakseimbangan antara supply dan demand transportasi; 2). Threshold Selection (Pemilihan nilai ambang batas) dan Stock (Indeks Jasa Ekosistem). Terdapat 10 Jasa Ekosistem yang berperan dalam sektor transportasi yaitu Jasa Penyediaan pangan, jasa penyediaan air bersih, jasa pengaturan iklim, jasa pengaturan tata aliran air dan banjir, jasa pengaturan kualitas udara, jasa budaya tempat tinggal dan ruang hidup, jasa budaya rekreasi dan ecotoursm dan jasa pendukung biodiversitas.
Dari pertemuan ini diperoleh arahan kebijakan terkait isu kemacetan, pencemaran udara dan pengembangan wilayah dalam perencanaan sektor transportasi berbasis daya dukung dan daya tampung LH Kota Pekanbaru.