ditulis 17 Nov 2020, oleh: admin

Sosialisasi Daya Dukung Daya Tampung Lingkugan Hidup untuk Mendukung Perencanaan Restorasi Gambut


Badan Restorasi Gambut (BRG) dan P3E Sumatera berkolaborasi dalam acara "Sosialiasi Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup (DDDTLH) untuk mendukung perencanaan restorasi gambut" yang dilaksanakan pada hari Selasa, 17 November 2020 di Palembang. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan kolaborasi yang dilakukan sejak tahun 2019.
 
Kegiatan dibuka oleh Deputi Perencanaan dan Kerjasama BRG, Ir. Budi S. Wardana, M.Sc. Narasumber yang hadir dalam kegiatan ini antara lain : Kepala P3E Sumatera, Drs. Amral Fery, M.Si., Deputi Perencanaan dan Kerjasama BRG, Budi S. Wardana; dan Ir. Yuwono Aries, MT, IAP, Bappeda Kab. Muba. Acara dihadiri perwakilan dari berbagai unsur antara lain OPD lingkup Provinsi Sumsel, OPD lingkup Kabupaten Musi Banyuasin, dan Pemegang izin konsesi di KHG Sungai Lalan-Sungai Merang.
 
Pada tahun 2021, target restorasi BRG di Sumatera Selatan akan difokuskan di Kawasan Hidrologis Gambut (KHG) Sungai Lalan-Sungai Merang yang berada sebagian besar di Kabupaten Musi Banyuasin Sumsel dan sebagian di Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi. KHG Sungai Lalan-Sungai Merang seluas ± 84.091 Ha, terdiri dari Fungsi Lindung seluas ± 44.482 Ha (52,90%) dan Fungsi Budidaya seluas ± 36.609 Ha (47,10%). Kondisi KHG Sungai Lalan-Sungai Merang sebagian besar telah terdegradasi, yang terlihat dari kondisi DDDTLH beberapa jasa ekosistem yang rendah dan sangat rendah (JE Pengaturan Iklim (R1) dan pengaturan aliran tata aliran air dan banjir (R2).
 
Pemulihan ekosistem gambut yang terdegradasi dapat dilakukan dengan menjaga keseimbangan air (water balance) sepanjang tahun, baik musim hujan sehingga tidak menyebabkan banjir maupun musim kemarau sehingga tidak mengalami kekeringan dan rentan terhadap kebakaran. Selain itu, juga memastikan tidak terjadinya penurunan permukaan tanah gambut. Keseimbangan air ini dapat diwujudkan dalam satu KHG dengan tidak memandang dan berbatas pemangku kepentingan (konsesi, kawasan hutan, wilayah kelola rakyat dan lainnya). Keseimbangan air yang terjaga dapat meningkatkan jasa penyediaan (penyediaan pangan, air dan lain-lain) dan jasa pengaturan (pengaturan iklim, pengaturan tata aliran air dan banjir dan sebagainya).
 
Dengan adanya sinergi perencanaan restorasi gambut (sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem gambut) yang disandingkan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup diharapkan dapat lebih tepat sasaran dalam menangani areal kritis dan tergedradasi sehingga upaya pemulihan yang dilakukan dapat memberikan hasil yang lebih baik.