ditulis 20 Jan 2021, oleh: admin

SIMONTANA (Sistem Monitoring Hutan Nasional/NFMS)


Kondisi dan dinamika penutupan hutan (lahan) di Indonesia selalu dipantau oleh KLHK dengan menggunakan SIMONTANA (Sistem Monitoring Hutan Nasional/NFMS). Sebuah sistem berbasis penginderaan jauh dan terestris untuk menyajikan data dan informasi bersifat keruangan (spasial). Sistem ini memberikan informasi tentang sumber daya hutan terutama penutupan hutan dan perubahannya.
SIMONTANA menghasilkan data tutupan lahan secara seri dengan melibatkan beberapa pihak yaitu Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasioanl (LAPAN) selaku penyedia data citra satelit dan Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai penyedia data dasar, dan juga Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLHK di daerah, yaitu BPKH (Balai Pemantapan Kawasan Hutan) untuk proses penafsiran dan pengecekan lapangan. Sistem ini dibangun dengan metodologi yang memadai dan berdasarkan background scientific, serta mengintegrasikan teknologi yang terus disempurnakan dari waktu ke waktu. Data yang dihasilkan oleh SIMONTANA merupakan data fakta riil lapangan, bukan data hasil estimasi atau proyeksi. Data penutupan lahan tahun 2020 sedang dalam proses finalisasi dan akan segera dipublikasikan.
Merebaknya informasi di media sosial akhir-akhir ini terkait luas tutupan hutan di Kalimantan ternyata adalah hasil perkiraan atau proyeksi dari sebuah studi. KLHK telah mengembangkan sistem untuk mendapatkan informasi data hutan yang lebih cepat dan akurat. Sistem ini disajikan secara transparan, informatif, dan mudah digunakan agar pengguna dapat memonitoring data hutan secara berkala.
Informasi lebih lanjut bisa klik
Sumber: @dit_ipsdh @ditjenpktl.klhk