ditulis 05 Dec 2020, oleh: admin

Sosialiasi Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup untuk mendukung perencanaan restorasi gambut


Badan Restorasi Gambut (BRG) dan P3E Sumatera kembali berkolaborasi dalam acara "Sosialiasi Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup (DDDTLH) untuk mendukung perencanaan restorasi gambut" yang dilaksanakan pada hari Kamis, 3 Desember 2020 di Kota Jambi.
.
Kegiatan dibuka oleh Deputi Perencanaan dan Kerjasama BRG, Ir. Budi S. Wardana, M.Sc. Narasumber yang hadir dalam kegiatan ini antara lain : Kepala P3E Sumatera, Drs. Amral Ferry, M.Si., Deputi Perencanaan dan Kerjasama BRG, Budi S. Wardana; Bappeda Kota Jambi, Bappeda Muaro Jambi dan Bappeda Tanjung Jabung Timur. Acara dihadiri perwakilan dari berbagai unsur antara lain OPD lingkup Provinsi Jambi, OPD lingkup Kota Jambi, Kab. Muaro Jambi, Kab. Tanjung Jabung Barat, Kab. Tanjung Jabung Barat dan Pemegang izin konsesi di KHG Sungai Mendahara-batanghari
.
Pada tahun 2021, target restorasi BRG di Jambi akan difokuskan di Kawasan Hidrologis Gambut (KHG) Sungai Mendahara-batanghari yang berada di Kota Jambi, Kab. Muaro Jambi, Kab. Tanjabtim dan Kab. Tanjabbar. KHG Sungai Mendahara-Sungai Batanghari seluas ± 201.373 Ha (Fungsi Lindung seluas ± 110.695 Ha (54,97%) dan Fungsi Budidaya seluas ± 90.678 Ha (45,04%). Kondisi KHG Sungai Mendahara-Sungai Batanghari sebagian besar telah terdegradasi, yang terlihat dari kondisi DDDTLH beberapa jasa ekosistem yang rendah dan sangat rendah (JE Pengaturan Iklim (R1) dan pengaturan aliran tata aliran air dan banjir (R2)).
.
Pemulihan ekosistem gambut yang terdegradasi dapat dilakukan dengan menjaga keseimbangan air (water balance) sepanjang tahun, baik musim hujan maupun musim kemarau. Selain itu, juga memastikan tidak terjadinya penurunan permukaan tanah gambut (Subsidence). Keseimbangan air ini dapat diwujudkan dalam satu KHG dengan tidak memandang dan berbatas pemangku kepentingan (konsesi, kawasan hutan, wilayah kelola rakyat dll).
 
Dengan adanya sinergi perencanaan restorasi gambut yang disandingkan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup diharapkan dapat lebih tepat sasaran dalam menangani areal kritis dan tergedradasi sehingga upaya pemulihan yang dilakukan dapat memberikan hasil yang lebih baik.
.